Gananews.com ( Sejumlah warga di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, mempertanyakan penyaluran bantuan sapi meugang dari Presiden yang disebut-sebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana. Pasalnya, beberapa desa di wilayah Lhoong yang kerap dilanda banjir dan tanah longsor justru mengaku tidak menerima bantuan daging sama sekali.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pemerintah pusat sebelumnya merilis data bahwa bantuan sapi meugang disalurkan kepada desa-desa yang terdampak bencana alam di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Besar. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak sesuai dengan data tersebut.
Kecamatan Lhoong sendiri diketahui sering mengalami banjir setiap kali curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai yang tidak mampu menampung debit air, sehingga merendam permukiman warga serta lahan pertanian.
Akibat peristiwa tersebut, puluhan hektare sawah warga dilaporkan terendam air, bahkan beberapa rumah warga juga ikut terdampak. Kondisi ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Salah seorang warga Lhoong, Sufriadi, 19-02-2026, kepada media ini mengatakan, masyarakat mengetahui adanya bantuan sapi meugang dari Presiden untuk korban bencana di Aceh Besar. Informasi tersebut beredar luas di tengah masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Aceh Besar disebut telah menyalurkan paket daging meugang bantuan Presiden kepada sejumlah kecamatan yang terdampak banjir. Dari total 23 kecamatan di Aceh Besar, ada sekitar 10 kecamatan dilaporkan ikut terdampak bencana.
Data yang beredar juga menyebutkan bantuan telah disalurkan sebanyak 7.263 kilogram daging kepada 905 kepala keluarga dari 94 gampong yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Besar. Namun, jumlah tersebut justru menimbulkan pertanyaan di kalangan warga.
“Masak lebih dari tujuh ton daging dibagi hanya untuk 905 paket.
Sementara kami yang juga terdampak tidak menerima apa-apa,” ujar Sufriadi mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan tersebut.
Warga menilai bantuan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat yang benar-benar terdampak bencana, termasuk desa-desa di Kecamatan Lhoong yang setiap tahun mengalami banjir dan tanah longsor saat musim hujan.
Ironisnya, menurut pengakuan warga, tidak ditemukan adanya pembagian daging sapi bantuan tersebut di wilayah mereka. Padahal, mereka merasa termasuk kategori masyarakat yang terdampak bencana alam.
Selain itu, masyarakat juga mengaku kesulitan mendapatkan informasi resmi terkait bantuan tersebut. Mulai dari tingkat mukim hingga pemerintah desa disebut tidak mengetahui secara jelas mekanisme maupun penyalurannya.
Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Besar, Anwar, saat dihubungi awak media untuk dimintai konfirmasi terkait persoalan tersebut, belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.(**)







