Gananews|Aceh Timur — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyambut kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Jumat, 20 Februari 2026.
Kedatangan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. beserta rombongan pada pukul 01.00 Wib disambut langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, S.Hi., M.Si., didampingi Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., serta unsur Muspida Kabupaten Aceh Timur.
Turut hadir dalam rombongan Mendagri, di antaranya Irjen Pol. Wahyu Bintono HB, Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan & Hukum sekaligus Kepala Posko Nasional Satgas Percepatan Rehab Rekon, Brigjen TNI Dodi M., Staf Kasum TNI Tim Posko Satgas Percepatan Rehab Rekon, serta H. Fadhlullah, S.E., Wakil Gubernur Aceh.
Hadir pula Dr. Safrizal ZA, M.Si., Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Kapolres Aceh Timur, dan Kombes Pol. Wahyu Kuncoro, Staf Irwasum Mabes Polri.
Setibanya di Hotel Royal, Mendagri bersama jajaran pemerintah daerah melakukan pertemuan singkat. Dalam diskusi tengah malam tersebut, Mendagri dan Dr. Safrizal ZA, M.Si. membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Timur.
Dalam pertemuan itu,Mendagri menegaskan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Timur. Ia menitikberatkan pentingnya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat agar segera terealisasi.
Mendagri menekankan, rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek pemulihan ekonomi warga terdampak.
Menurutnya, kebangkitan ekonomi menjadi kunci utama dalam mempercepat stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat pascabencana.Pemulihan ekonomi harus berjalan seiring dengan rehabilitasi infrastruktur.
Masyarakat harus segera merasakan dampak nyata dari program pemulihan,” Ungkap Mendagri.Agenda kunjungan dilanjutkan dengan sahur bersama di Cafe Oenic, Desa Titi Baro. Suasana berlangsung sederhana dan penuh keakraban.
Menjelang Subuh, Mendagri dan rombongan menunaikan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agus Darussalihin. Usai ibadah, Mendagri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim-piatu berupa pakaian dan peralatan lainnya.
Memasuki siang hari, Mendagri kembali melaksanakan diskusi bersama Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., dan Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H.. Pertemuan tersebut membahas kondisi pascabencana, kendala di lapangan, serta langkah-langkah percepatan pemulihan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh, Bupati Aceh Timur, Wakil Bupati Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Darussalihin.
Usai Shalat Jumat, Mendagri beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Aceh Utara dengan menggunakan helikopter.Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat agar dapat bangkit kembali.[]







