oleh

Warga Nias Masuk Islam di Masjid Satpol PP-WH Aceh

Gananews|Banda AcehMasjid Khairul Umah yang berada dalam komplek Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh, menjadi tempat pensyahadatan Julianus Dohud bin Fakhoulu Dohud. Dengan kesadaran dan tanpa paksaan, Kepala Dakwah Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Banda Aceh Ridwan Ibrahim membimbing pemuda berusia 23 tahun asal Nias itu memakai Syahadat.

Setelah menerapkan agama Islam, Julianus yang sebelumnya beragama nasrani itu kini memiliki nama baru, yaitu Muhammad Julianus Dohud. Julianus adalah tahanan Satpol PP dan WH Aceh, beberapa waktu lalu pemuda berkulit putih ini dicokok Pol PP dan WH Aceh atas dugaan kasus khalwat.

Julianus ditangkap atas dugaan kasus khalwat. Namun saat dalam tahanan, Julianus menyampaikan ketertarikannya dengan Islam dan ingin masuk Islam. Saat mendengar bahwa dirinya ingin masuk Islam, kita tentu dengan senang hati memfasilitasi. Alhamdulillah, hari ini Muhammad Julianus Dohud sudah menjadi saudara se-Iman bagi kita semua, ”ujar Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin.

Jalaluddin menjelaskan, Julianus ingin menjalankan Islam atas kesadaran sendiri dan tanpa paksaan dari seseorang. Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Pak Jala itu ajakan masyarakat untuk turut membimbing Julianus agar benar-benar menjadi umat Islam sejati.

“Kami dan kita semua tentu ingin agar Julianus dapat menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Ini tentu membutuhkan dukungan dan bimbingan dari semua pihak, ”kata Jalaluddin.

Senada dengan jalaluddin, Ustadz Fahmi Sofyan dalam tausyiah singkatnya menyampaikan hal serupa.

“Saat ini Julianus telah menginginkan Islam dan membutuhkan dukungan dari kita semua agar dirinya mampu menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar dan jalan dengan baik dan benar, sesuai tuntunan Syari’at. Bagaimana cara shalat, apa yang harus dilakukan sebelum shalat, bagaimana cara menjalankan kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan syari’at. Ini tentu membutuhkan dukungan kita semua sebagai saudara se-Iman, ”ujar Ustadz Fahmi Sofyan.

Sementara itu, dalam krisisnya, Kasatpol PP dan WH Aceh sempat menyinggung tentang dugaan kasus khalwat yang saat ini menjerat Julianus. Jalaluddin mengaku, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak yang terkait, apakah kasus Muhammad Julianus dapat dipilih.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dan membangun dengan Dinas Syari’at Islam yang terkait dengan kasus-kasus yang saat ini menjerat Julianus,” imbuh Jalaluddin.

Sementara itu, Muhammad Julianus yang ditemui awak media usai menjalani prosesi peusijuek mengungkapkan, bahwa dirinya sudah sejak lama ingin menerapkan agama Islam. Hal tersebut karena teman-teman dan lingkungan kerja yang selalu bersinggungan dengan Islam.

“Sudah lama ingin masuk Islam. Saat tiba di Banda Aceh kebetulan semua rekan kerja saya beragama Islam, dalam beberapa kesempatan saya juga ikut ke perkumpulan mengaji mereka. Saya memohon bimbingan dari semua pihak agar dapat belajar, memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik, ”pungkas Muhammad Julianus Dohud.

Proses pensyahadatan dan peusijuek berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Para hadirin terlihat memakai masker dan menjaga jarak. Sementara itu, wastafel portabel juga tersedia di sejumlah titik di komplek Satpol PP dan WH Aceh.(R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *