oleh

Ratusan Sapi Terjangkit Virus PMK, Dinas Belum Ada Penanganan

Gananews|Aceh Besar-Ratusan sapi terdapat di Desa Saney Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar  terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) sedangkan pihak Dinas terkait sampai saat ini belum menyentuhnya, informasi ini dihimpun langsung oleh Wartawan di Desa tersebut.

Amatannya, di Desa Saney itu terlihat banyak terdapat sapi yang istirahat / tidur di pinggir Pantai dengan santai sambil keluar Air Berwarna putih seperti jeli dan berbusa di dalam mulutnya ini bertanda sapi sapi tersebut sudah Kena Virus PMK.

Kalau kita lihat kondisi sapi sapi yang tertidur di Alam bebas itu sudah terjangkit Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK ) selain dipinggir laut ada juga sapi warga yang terkurung di dalam kandang sudah terjangkit virus juga, tapi hingga berita ini diturunkan senin 8 Agustus 2022 belum ada penanganan medis atau tim yang turun kesana selama ini.

Seorang warga Saney yang di temui Gananews “Udin” menceritakan, selama ini kami disini untuk mengantisipasi Hewan Peliharaan kami menyuntik dengan obat yang kami beli,kami panggil Dokter Hewan dan membayar dalam satu hewan Rp 100 000 ini yang kami lakukan selama isu virus ini terjadi di Aceh.

Selain itu juga di tempat kami belum pernah di somprot oleh dinas terkait, padahal penyemprotan itu sangat penting dikarnakan itu sebuah pencegahan supaya penyakit atau kuman yang ada hilang atau mati.

Hari ini sapi saya yang ada didalam kandang sudah semuanya terjangkit Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saya suntik sendiri buka dari dinas dan suntikan tersebut saya bayar obat dengan harga Rp.100 000 dalam satu Ekor sapi, jadi hari ini sapi saya ada 5 yang harus di suntik, ujarnya.

Berita sebelumnya yang pernah termuat bahwa Kadis Peternakan Aceh mengatakan, Untuk mencegah penyakit /Virus pada sapi, pihak dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Aceh melakukan pencegahan yang bekerja sama dengan TNI-Polri dan Tim Kesehatan Hewan turun langsung kelapangan dor tudor dimana ada laporan ada hewan masyarakat untuk segera  melakukan  pencegahan dan Vaksinasi.

“Vaksinasi rabies yang diberikan bukan  untuk sapi yang sudah sakit tapi Vaksin tersebut sebagai persiapan menjaga kesehatan hewan peliharaan, Melalui kegiatan itu, juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaannya.

Oleh karena itu, disnak Aceh selama ini rutin turun ke semua kabupaten/kota, untuk melakukan vaksinasi rabies.  ini dilakukan Program jemput bola untuk menghindari penyakit rabies di hewan ternak, Terang  Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST, M.Si, beberapa hari lalu.

Namun demikian untuk obat obatan dari pihak dinas sudah mendistribusikan kepada Warga yang ada plihara sapi dan obat tersebut diberikan secara geratis,  masyarakat juga tetap diimbau untuk tetap aktif melakukan pencegahan, seperti pembersihan kandang, disinfeksi, dan tidak membiarkan ternak berkeliaran.

Selama ini, Polri atau Satgas Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga terus aktif dalam mengedukasi dan mensosialisasikan masyarakat tentang tata cara pencegahan dan penanganan agar virus tersebut tidak makin menyebar., ujarnya,”(#A)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.