Gananws.com ( Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, sejak Selasa dini hari menyebabkan Sungai Geunteut meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir hingga lima jam lamanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Teungoh Geunteut menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Desa ini berada tepat di bantaran sungai sehingga air dengan cepat meluap ke pemukiman kampung.
Sungai Geunteut sendiri merupakan aliran sungai yang hulunya berasal dari kawasan Gunung Pisang. Sungai ini juga bersebelahan dengan Kampung Umong Seribee dan Teungoh Geunteut.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah lahan pertanian. Beberapa hektare sawah dilaporkan terendam air, sementara jalan menuju kebun warga di beberapa titik mengalami kerusakan akibat arus air yang deras.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPR Aceh dari Fraksi Gerindra, Abdurahman Ahmad, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak. Kedatangannya dilakukan pada Rabu (12/11) siang bersama aparat gampong setempat.
Dalam kunjungan itu, Abdurahman Ahmad meninjau sejumlah titik penting seperti lahan persawahan yang terendam, pinggiran sungai yang mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan kebun yang putus akibat luapan air.
“Kita berharap warga tetap sabar menghadapi musibah ini. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan berupaya membantu dan memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ujarnya di sela peninjauan.
Sementara itu, Kepala Desa Teungoh Geunteut, Mufti Syah, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi warga sejak awal banjir terjadi. Ia bersama perangkat desa telah mendata rumah-rumah yang terdampak untuk dilaporkan ke instansi terkait.
“Data awal sedang kami kumpulkan agar bisa segera dilaporkan ke BPBD dan lembaga lain yang berwenang, supaya warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan secepatnya,” ujar Mufti Syah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan. Pasalnya, kondisi cuaca di kawasan Lhoong dalam beberapa hari terakhir masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
Hingga sore hari, air mulai surut dan sebagian warga sudah kembali membersihkan rumah mereka. Namun, mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(**)






