Gananews.com ( Amri yang di sapa Makabin eks Kombatan GAM wilayah Batee Iliek , sangat sedih melihat Nasib pengungsi korban banjir di Bireuen untuk mendapatkan Huntara seperti buah simalakama , sepekan yang lalu kembali menimpa korban banjir dan tanah longsor di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Secara tiba-tiba, rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) yang sebelumnya telah disepakati bersama, akhirnya batal direalisasikan.
Padahal, seluruh korban bencana yang kehilangan tempat tinggal telah sepakat mengusulkan pembangunan Huntara di gampong setempat. Lokasi pembangunan pun telah ditentukan, yakni di salah satu area dayah di Gampong Alue Kuta. Kesepakatan tersebut bahkan telah dituangkan dalam bentuk persetujuan tertulis dan diperkuat dengan pemasangan spanduk rencana pembangunan Huntara. Senin 2/2/2026
Kata Makabin , rencana tersebut mendadak dibatalkan setelah Keuchik Alue Kuta, Habibullah, berkoordinasi dengan Bupati dan Camat Jangka di Pendopo Bupati Bireuen.
Padahal ucap makabin kepada media ini dia dengan , Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Saifannur SP, didampingi Makabin, membenarkan bahwa kehadirannya di Gampong Alue Kuta bertujuan menyerap aspirasi korban bencana.
kami turun langsung memastikan kondisi korban. Mereka meminta dibangunkan Huntara. Aspirasi itu kemudian kami sampaikan kepada Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB asal Bireuen, H Ruslan Daud (HRD), untuk diperjuangkan ke Kementerian PUPR,” tutur Makabin
Ia menyebutkan, HRD merespons positif permohonan tersebut dan meminta agar seluruh administrasi dipersiapkan, termasuk persetujuan tertulis dari korban dan pemerintah gampong.
Namun, secara tiba-tiba pihak gampong menyampaikan bahwa pembangunan Huntara dibatalkan. “ saya selaku eks Kombatan GAM semasa konflik Aceh .kata Makabin dengan nada sedih,
Merasa sedih dan kecewa, namun keputusan tersebut kami sampaikan kepada bapak Ruslan Daud. HRD menghormati keputusan gampong dan mengurungkan niat menyampaikan usulan Huntara ke Kementerian PU selaku mitranya,” ungkap Makabin
Makabin menambahkan sampai sekarang ini tokoh dan masyarakat khususnya korban bencana di desa Alue Kuta jangka masih menghubungi nya melalui seluler .
Agar Pemerintah pusat dan Anggota DPR RI Memperjuangkan Huntara dari program presiden prabowo.di karenakan sampai sekarang ini pembangunan huntap pun tidak ada kepastian,sedangkan bulan suci ramadhan tidak lama lagi.
Dan Makabin menjawab tolong tanyakan kepada seluruh warga yang masih mengungsi di tempat dayah dan perangkat desa mau pun kades setempat apa masih menunggu Huntara dan Huntap dari suwasta .atau sudah sepakat mengajukan lagi Huntara bantun dari pemerintah pusat. agar kami pun tidak di permainkan lagi.pungkas Makabin.
Sebelumnya, media ini telah menayangkan berita mengenai kekhawatiran warga terkait hilangnya jatah Huntara dan janji Huntap yang belum terealisasi, dengan tuduhan menjadi korban praktik PHP pejabat.
Bagi warga korban banjir untuk mendapatkan Huntara, tentu harus mengajukan perrmohonan kepada pemerintah pusat. Tentunya ada usulan resmi dari bupati, dalam hal ini Pemkab setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Camat Jangka maupun Bupati Bireuen meskipun telah dilakukan konfirmasi beberapa kali.
Camat Jangka terus bungkam dalam kasus ini, padahal perlu penjelasan kepada publik sehingga tidak ada warga korban banjir yang dirugikan. Apalagi kalau hanya bermaksud cucitangan dengan menyalahkan kepala desa.(**)






