Gananews.com ( Ayub seorang Perawat medis staf Puskesmas Juli Bireuen
yang menaruh perhatian pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
Sebelum dia bertugas di puskesmas juli dia pernah bertugas di puskesmas Gandapura menjadi sebagai perawat odgj tidak canggung lagi , apa lagi merawat pasien ganguan jiwa.
Sudah bertahun tahun dia tekuni. Kata Ayub di kecamatan juli ada 17 desa wilayah tugasnya
Sekarang ini ada lebih kurang 53 orang pasien yang rutin berobat 20 pasien. Semenjak jembatan teupin Mane putus dia harus menyebrang dengan perahu getek , Alhamdulillah sekarang jembatan tersebut sudah bisa dia lalui seperti biasanya.rata rata pasien ODGJ yang dirawatnya dari keluarga kurang mampu Selasa 16/12/2025
Ayub mengaku banyak kisah unik saat ia merawat para pasien gangguan jiwa di wilayahnya. “Kadang kita harus turuti kendak mereka seperti
makan dan mendengar ngobrol apa yang mereka ucapkan
dia tertawa. Saya juga tertawa, begitu juga sebaliknya yang penting bagi Ayub pasien yang di tanganinya cepat sembuh. Saya selalu bilang mereka juga sakit jadi butuh pengobatan supaya sembuh.
Secara kebetulan awak media ini bertemu dengan Ayub di jalan lintas Bireuen Aceh Tengah hendak mengobati salah seorang pesian nya di salah salah satu desa di juli.kata Ayub ada pasien yang harus dia periksa kesehatannya,di karenakan sudah sakit beberapa hari mudah mudahan tidak di rawat atau di rujuk ke puskesmas , rumah sakit jiwa di Bireuen. Pungkasnya.
Cut Nurlela salah seorang warga kecamatan juli
Kami yang tinggal di pedalaman bireuen, sangat senang dengan pak Ayub, sudah lama semenjak Ayub di tugaskan ketempat kami dia tetap membatu kami di dalam memberi perawatan untuk Abang saya dan pasien lain .
Kata cut Nurlela obat obatan pun gratis begitu juga dengan Ayub tidak pernah meminta imbalan apa lagi kami keluarga kurang mampu. Semoga ayub kami doa kan sehat selalu yang jelas kami tidak bisa membalas kebaikannya Allah SWT lah yang membalas kebaikan nya . tuturnya.(**)






