Gananews.com ( Ketua Jaringan Aneuk Syuhada (Jasa) Kecamatan Peusangan, Edi Saputra, meminta Gubernur Aceh untuk mengambil langkah tegas dengan mengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) demi memastikan arah pembangunan dan pemerintahan Aceh berjalan lebih baik ke depan.
Menurut Edi Saputra, dinamika yang terjadi di tubuh DPRA saat ini justru berpotensi menghambat jalannya roda pemerintahan dan pembangunan Aceh. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah berani dari Gubernur Aceh agar Aceh tidak terus berada dalam konflik politik yang tidak produktif.
“Kami meminta Gubernur Aceh untuk mempertimbangkan pergantian Ketua DPRA demi kepentingan Aceh ke depan. Aceh membutuhkan kepemimpinan legislatif yang mampu bersinergi, bukan menciptakan kegaduhan,” ujar Edi Saputra.
Ia menegaskan bahwa Aceh saat ini membutuhkan stabilitas politik agar program pembangunan, pelayanan publik, dan pemulihan ekonomi dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, konflik berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif hanya akan merugikan rakyat.
Edi Saputra juga menilai, posisi Ketua DPRA sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah. Jika kepemimpinan tersebut tidak mampu membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah Aceh, maka wajar jika dilakukan evaluasi.
Jasa Peusangan, lanjut Edi, akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat agar pemerintahan Aceh berjalan sesuai dengan harapan rakyat dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu Aceh.
“Kami tidak ingin Aceh berjalan di tempat. Sudah saatnya semua pihak mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik,” tutupnya.






