Harga Batu Bata Murah, Pengusaha Menjerit

Gananews《 Bireuen – Para pengusaha batu bata di  Kabupaten Bireuen menghadapi kesulitan akibat merosotnya harga batu bata di pasaran karena ada permainan dari Agen.

Informasi dari sumber di lapangan mengungkapkan, Situasi memprihatinkan tersebut telah terjadi dan dirasakan selama ini oleh para pengusaha batu bata di wilayah itu.

Tanah untuk produksi batu bata memiliki biaya tinggi, mencapai 230 kini ada isu lagi harga tanah akan naik 250 ribu rupiah per mobil dengan alasan banyak kutipan dan banyak yang minta uang rokok saat Beco masuk kelahan pengambilan tanah sementara harga jual batu bata mentah di pasaran sangat rendah.

“Harga batu bata mentah saat ini 220 rupiah per biji, dan setelah pembakaran, harganya meningkat menjadi 450 rupiah ketika diambil oleh agen itu juga masih tergolong murah. Namun agen menjualnya hingga 650 rupiah per biji, sehingga pengusaha hanya mendapat untung 10 Rupiayah per biji ini sangat kecil.

Ketidakseimbangan harga antara pengusaha batu bata dan agen sangat mencolok, di mana agen mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari pada pengusaha.

Perlu di ketahui harga jual agen ke pelaku proyek 650-700 rupiah per biji, ini menciptakan perbedaan yang signifikan dengan harga yang dibayarkan kepada pengusaha. sedangkan pengusaha batu Bata hanya dapat untung 10 rupia dalam satu biji batu bata mentah jika dihitung dari harga beli tanah dan harga ongkos cetak ongkos dinding dan ongkos muat ke dapur tempat pembakaran.

Ketidakpuasan tumbuh di kalangan pengusaha batu bata karena perbedaan harga yang tidak adil antara beli dan jual, serta keuntungan besar yang diraih agen. Situasi ini menciptakan pertentangan dan ketidakadilan dalam pembagian keuntungan.

Para pengusaha yang tidak mau namanya di publikasi kepada media ini Jum’at 01-09-2023 berharap kepada pemerintah kabupaten Bireuen untuk di tertipkan hal hal yang tidak di inginkan dilapangan tempat pengambilan tanah supaya adanya perubahan adil dalam pembagian keuntungan antara pengusaha, agen, dan pelaku proyek pembangunan yang di anggarkan dari Anggaran pemerintah, sebutnya.

Solusi yang menguntungkan semua pihak diperlukan mengingat kondisi ekonomi Masyarakat saat ini sulit dan ketidak pastian harga di pasar.

Langkah-langkah untuk mengurangi kesenjangan antara harga beli dan harga jual perlu dipertimbangkan agar usaha para pengusaha batu bata dapat berkelanjuta, ujarnya,”(**)