Gananews.com ( Penyerahan bantuan dari masyarakat Desa Baroh Geunteut dan Teungoh Geunteut kepada Kelompok Tani Merdeka Kecamatan Lhoong Aceh Besar berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025. Acara ini digelar di halaman Meunasah Baroh Geunteut dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta warga setempat.
Salah satu tokoh masyarakat, Azwar, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Kelompok Tani Merdeka, Irfandi. yang juga Imum Mukim Blang Mee, Dalam kesempatan itu menjelaskan, bantuan yang dikumpulkan berasal dari murni partisipasi warga dua desa Teungoh Geunteut dan Baroh Geunteut.
Menurut Azwar, jenis bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, serta pakaian layak pakai yang ditujukan bagi korban banjir dan tanah longsor di wilayah Pantai Utara, Tengah, dan Selatan Aceh.
Ia menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Geunteut, umong Siribe dan Anggota Tani Merdeka terhadap para korban bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. “Kami berharap bantuan ini dapat sampai ke lokasi dan diterima oleh saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya.
Azwar juga menyebutkan bahwa bencana banjir tersebut merupakan salah satu yang terparah di Aceh setelah tsunami pada 2004 dan banjir bandang Aceh Tamiang tahun 2006. Kondisi tersebut membuat masyarakat tergerak untuk membantu meski dengan kemampuan terbatas.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Merdeka Kecamatan Lhoong, Irfandi, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Geunteut atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Irfandi mengatakan bahwa Kelompok Tani Merdeka telah berkoordinasi dengan posko induk penanggulangan bencana guna memastikan seluruh bantuan dapat dikirimkan tepat sasaran. “Bantuan yang kami terima akan segera disalurkan melalui posko induk untuk diberangkatkan ke daerah terdampak,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada anggota Tani Merdeka Lhoong yang ikut terlibat aktif dalam proses pengumpulan dan pengangkutan bantuan.
Daerah yang menjadi tujuan penyaluran mencakup Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Aceh Tenggara, dan Kota Langsa—wilayah yang mengalami dampak serius dari banjir pada akhir November tersebut.
Menurut Irfandi, kolaborasi antara masyarakat dan kelompok tani menjadi bukti bahwa solidaritas sosial di tengah bencana masih sangat kuat. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk saling membantu.
Bantuan yang diserahkan ini diharapkan mampu meringankan beban para korban yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana. Kondisi banjir yang melanda berbagai wilayah di Aceh telah menyebabkan ribuan warga mengungsi dan kehilangan harta benda.”(**)






