oleh

3 Menteri NasDem Berpotensi Direshuffle Buntut Usung Anies Jadi Capres

Gananews|Jakarta-Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem dinilai sebagai langkah progresif pascapenetapan tiga nama capres dalam Rakernas NasDem Juni lalu. Apakah pencapresan Anies oleh NasDem berdampak di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina A. Khoirul Umam menilai keputusan Nasdem untuk mencapreskan Anies ini telah dikoordinasikan secara ketat dengan Demokrat dan PKS. Maka hal ini akan menjadi langkah awal yang segera memicu percepatan konsolidasi koalisi.

“Jika mekanisme internal Demokrat dan PKS bisa segera berjalan cepat untuk menyambut langkah Nasdem ini, maka besar kemungkinan deklarasi koalisi tiga partai akan dilakukan sebelum akhir tahun 2022 ini,” kata Umam kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Selain itu, pencapresan Anies ini dinilai bisa menjadi momentum rekonsolidasi kekuatan politik untuk menghadapi operasi politik kompetitor yang diduga akan memanfaatkan instrumen penegak hukum untuk membidik Anies.

“Artinya, target operasi politik kompotitor Anies adalah menciptakan ‘damage’ lebih dulu untuk mengalienasi Anies dari panggung kontestasi pilpres, untuk selanjutnya bisa dihentikan kasusnya ketika Anies tidak lagi masuk dalam pusaran politik nasional,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, Umam menilai posisi NasDem di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi juga akan terkena dampaknya, mengingat selama ini Anies dianggap kerap berlawanan dengan lingkaran kekuasaan. Karena itu, menurutnya, langkah Nasdem untuk mencapreskan Anies ini juga bukan tanpa risiko

“Potensi risiko yang paling besar adalah ancaman reshuffle 3 menteri Nasdem di pemerintahan, evaluasi total posisi Nasdem di lingkaran kekuasaan, hingga terjadinya kriminalisasi dan penggembosan kekuatan politiknya menjelang 2024 mendatang,” ucap Umam.

“Semua itu bisa dinetralisir jika Nasdem bisa segera koordinasi dengan Demokrat dan PKS, untuk segera mengatur langkah dan deklarasi bersama. Jika gerbong koalisi Nasdem, Demokrat & PKS dideklarasikan, maka gerbong koalisi ini akan menjadi kekuatan koalisi terbesar dengan angka 28,5% kursi di DPR, melampaui rencana-rencana koalisi lainnya,” imbuhnya.

Jokowi sebelumnya enggan mengomentari Partai NasDem yang resmi mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pemilu 2024. Jokowi mengatakan saat ini masih dalam suasana duka

Saya tidak, saya tidak, saya tidak, saya tidak ingin berkomentar karena posisinya masih kita dalam suasana duka,” kata Jokowi kepada wartawan di Batang, Jawa Tengah, Senin (3/10).

Jokowi yang enggan mengomentari Partai NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai capres mendapat respons dari politikus NasDem. Menanggapi hal ini, Partai NasDem menyinggung acara peresmian kawasan industri.

“Tadi kan Pak Jokowi bilang bahwa sedang berduka tapi toh hari ini Pak Jokowi menghadiri peresmian kawasan industri di Jawa, itu yang pidato Bahlil, Pak Jokowi hadir juga Pak Ganjar, banyak menteri yang lain,” ujar politikus senior Partai NasDem Zulfan Lindan, dalam diskusi Adu Perspektif, Senin (3/10).

Diketahui Jokowi tengah berada di Batang, Jawa Tengah. Hari ini Jokowi meresmikan pembangunan pabrik pipa terbesar di Asia Tenggara yang dibuat oleh Wavin Group asal Belanda yang dibangun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Sumber : Detiknews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *